Lele |
Dalam
pembuatan kolam pemeliharaan ikan lele sebaiknya ukurannya tidak terlalu luas.
Hal ini untuk memudahkan pengontrolan dan pengawasan. Bentuk dan ukuran kolam
pemeliharaan bervariasi, tergantung selera pemilik dan lokasinya. Tetapi
sebaiknya bagian dasar dan dinding kolam dibuat permanen.
Pada minggu 1-6 air harus dalam keadaan
jernih, kolam bebas dari pencemaran maupun fitoplankton. Ikan pada usia 7-9
minggu kejernihan airnya harus dipertahankan. Pada minggu 10, air dalam
batas-batas tertentu masih diperbolehkan. Kekeruhan menunjukkan kadar bahan
padat yang melayang dalam air (plankton). Alau untuk mengukur kekeruhan air
disebut secchi. Berikut tabel perkiraan kekeruhan air berdasarkan usia lele
(minggu) sesuai angka secchi.
Usia
|
Angka Secchi
|
10-15
minggu
|
30-50
|
16-19
minggu
|
30-40
|
20-24
minggu
|
30
|
Tabel
Perkiraan Kekeruhan Air
Pemilihan induk untuk menyiapkan bibit
meliputi beberapa hal. Di antaranya adalah mengetahui ciri induk jantan dan
betina. Syarat induk lele yang baik yaitu, kulitnya lebih kasar dibanding induk
lele jantan, induk lele diambil dari lele yang dipelihara dalam kolam sejak
kecil supaya terbiasa hidup di kolam, berat badannya berkisar antara 100-200 gram,
tergantung kesuburan badan dengan ukuran panjang 20-5 cm, bentuk badan
simetris, tidak bengkok, tidak cacat, tidak luka dan lincah, umur induk jantan
di atas tujuh bulan, sedangkan induk betina berumur satu tahun, frekuensi
pemijahan bisa satu bulan sekali, dan sepanjang hidupnya bisa memijah lebih
dari 15 kali dengan syarat apabila makanannya mengandung cukup protein,
ciri-ciri induk lele siap memijah adalah calon induk terlihat mulai
berpasang-pasangan, kejar-kejaran antara yang jantan dan betina. Induk tersebut
segera ditangkap dan ditempatkan dalam kolam tersendiri dan dipijahkan.
Selama masa pemijahan dan masa perawatan,
induk ikan lele diberi makan yang berkadar protein tinggi seperti cincangan
daging bekicot, larva lalat/belatung, rayap atau makanan buah (pellet). Ikan
lele membutuhkan pellet dengan kadar protein yang relatif tinggi, yaitu ± 60 %. Cacing sutra kurang baik untuk makanan
induk lele, karena kandungan lemaknya tinggi. Pemberian cacing sutra harus
diberhentikan seminggu menjelang perkawinan atau pemijahan. Makan diberikan
pagi hari dan sore hari dengan jumlah 5-10 % dari berat total ikan. Setelah
benih berumur seminggu, induk betina dipisahkan, sedangkan induk jantan
dibiarkan untuk menjaga anak-anaknya. Induk jantan baru baru bisa dipindahkan
apabila anak-anak lele sudah berumur 2 minggu. Segera pisahkan induk-induk yang
mulai lemah atau yang terserang penyakit untuk segera diobati. Mengatur aliran
air masuk yang bersih, walaupun kecepatan aliran tidak perlu deras, cukup 5-6
liter/menit.
Pemijahan di kolam pemijahan dapat
dilakukan di kolam yang berupa tanah seluruhnya atau tembok sebagian dengan
dasar tanah. Luas bervariasi, 50 m2. Kolam terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian
dangkal (70 %) dan bagian dalam
(kubangan) 30 % dari luas kolam. Kubangan ada di bagian tengah kolam
dengan kedalaman 50-60 cm, berfungsi untuk bersembunyi induk, bila kolam
disurutkan airnya. Pada sisi-sisi kolam ada sarang peneluran dengan ukuran
30x30x25 cm3, dari tembok yang dasarnya dilengkapi saluran pengeluaran dari
pipa parlon diameter 1 inchi untuk keluarnya benih ke kolam pendederan. Setiap
sarang peneluran mempunyai satu lubang yang dibuat dari pipa paralon (PVC)
ukuran ± 4 inchi untuk masuknya
induk-induk lele. Jarak antar sarang peneluran ± 1 m. kolam dikapur merata, lalu tebarkan pupuk kandang (kotoran ayam)
sebanyak 500-750 gram/m2. Air kolam sampai batas kubangan, biarkan selama 4
hari. Kolam Rotifera (cacing bersel tunggal). Letak kolam Rotifera dibagian
atas dari kolam induk berfungsi untuk menumbuhkan makanan alami ikan
(Rotifera). Kolam Rotifera dihubungkan ke kolam induk dengan pipa paralon untuk
mengalirkan Rotifera. Kolam Rotifera diberi pupuk organik untuk memenuhi
persyaratan tumbuhnya Rotifera. Luas kolam ± 10 m2.
Pemijahan buatan disebut Induced Breeding atau hypophysasi yakni merangsang ikan lele
untuk kawin dengan cara memberikan suntikan berupa cairan hormon ke dalam tubuh
ikan. Hormon hypophysa berasal daro kelenjar hypophysa, yaitu hormon
gonadotropin. Gametogenesis yang dapat memacu kematangan telur dan sperma
disebut Follicel Stimulating Hormon. Setelah 12 jam penyuntikan, telur
mengalami ovulasi (keluarnya telur dari jaring ikat indung telur). Selama
ovulasi, perut ikan betina akan membengkak sedikit demi sedikit karena ovarium
menyerap air. Saat itu merupakan saat yang baik untuk melakukan pengurutan
perut (stipping).
Penjarangan adalah mengurangi padat
penebaran yang dilakukan karena ikan lele berkembang ke arah lebih besar,
sehingga volume ratio antara lele dengan kolam tidak seimbang. Apabila tidak
dilakukan penjarangan dapat mengakibatkan ikan berdesakan, sehingga tubuhnya
akan luka. Terjadi perebutan ransum makanan dan suatu saat dapat memicu munculnya
kanibalisme (ikan yang kecil dimakan ikan yang lebih besar). Suasana kolam yang
tidak sehat oleh menumpuknya CO2 dan NH3, dan O2 kurang sekali sehingga
pertumbuhan ikan lele terhambat.
Cara penjarangan pada benih ikan lele
meliputi minggu 1-2, kepadatan tebar 5000 ekor/m2. Minggu 3-4, kepadatan tebar
1125 ekor/m2. Minggu 5-6, kepadatan tebar 525 ekor/m2.
Pengepakan dan pengangkutan dapat
dilakukan dua cara, yaitu cara tertutup dan terbuka. Cara tertutup yaitu,
kantong plastik yang kuat diisi air bersih dan benih dimasukkan sedikit demi
sedikit. Udara dalam plastik dikeluarkan. O2 dari tabung dimasukkan ke dalam
air sampai volume udara dalam plastik 1/3-1/4 bagian. Ujung plastik segera
diikat rapat. Plastik berisi benih lele dimasukkan dalam kardus atau peti
supaya tidak mudah pecah. Cara terbuka dilakukan bila jarak tidak terlalu jauh.
Cara ini meliputi, benih lele dilaparkan terlebih dahulu agar selama
pengangkutan air tidak keruh oleh kotoran lele. (untuk pengankutan lebih dari 5
jam). Tempat lele diisi dengan air bersih, kemudian benih dimasukkan sedikit
demi sedikit. Jumlahnya tergantung ukurannya. Benih ukuran 10 cm dapat diangkut
dengan kepadatan maksimal 10.000/m3 atau 10 ekor/liter. Setiap 4 jam, seluruh
air diganti ditempat yang teduh.
Sebelum digunakan kolam dipupuk dulu.
Pemupukan bermaksud untuk menumbuhkan plankton hewani dan nabati yang menjadi
makanan alami bagi benih lele. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang
(kotoran ayam) dengan dosis 500-700 gram/m2. Dapat pula ditambahkan urea
15gram/m2, TSP 20 gram/m2 dan amonium nitrat 15 gram/m2. Selanjutnya dibiarkan
3 hari. Kolam diisi kembali dengan air segar. Mula-mula 30-50 cm dan dibiarkan
selama satu minggu sampai warna air kolam berubah menjadi coklat atau kehijauan
yang menunjukkan mulai banyak jasad-jasad renik yang tumbuh sebagai makanan
alami lele. Secara bertahap ketinggian air ditambah, sebelum benih lele
ditebar.
Pemeliharaan di kecomberan dapat diberi
makanan tambahan berupa sisa-sisa makanan keluarga, daun kubis, tulang ikan,
tulang ayam yang dihancurkan, usus ayam, dan bangkai. Campuran dedak dan ikan
rucah (9 :1) atau campuran bekatul, jagung, dan bekicot
(2 :1 :1).
Komposisi bahan makanan buatan (pellet)
(% berat) : tepung ikan = 27,00 ; bungkil kacang kedele = 20,00 ; tepung
terigu = 10,50 ; bungkil kacang tanah = 18,00 ; tepung kacang hijau =
9,00 ; tepung darah = 5,00 ; dedak = 9,00 ; vitamin =
1,00 ; mineral = 0,500 ;
Proses pembuatan pellet dengan cara
menghaluskan bahan-bahan, dijadikan adonan seperti pasta, dicetak dan
dikeringkan sampai kadar airnya kurang dari 10 %. Penambahan lemak dapat
diberikan dalam bentuk minyak yang dilumurkan pada pellet sebelum diberikan
kepada lele. Lumuran minyak juga dapat memperlambat pellet tenggelam.
Cara-cara vaksinasi sebelum benih ditebar
adalah untuk mencegah penyakit karena bakteri. Sebelum ditebarkan, lele yang
berumur 2 minggu dimasukkan dulu ke dalam larutan formalin dengan dosis 200 ppm
selama 10-15 menit. Setelah divaksinasi lele tersebut akan kebal selama 6
bulan.
Pencegahan penyakit karena bakteri juga
dapat dilakukan dengan menyuntik dengan terramcyn 1 cc untuk 1 kg induk.
Pencegahan penyakit karena jamur dapat dilakukan dengan merendam lele dalam
larutan Malacito Green Oxalate 2,5-3 ppm selama 30 menit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar